Senin, 16 Januari 2012

siklus hidrologi














Logo vedca 2006
 





LAPORAN  PRAKTIKUM
AGROKLIMATOLOGI

MATERI PRAKTIKUM :
SIKLUS HIDROLOGI

Disusun oleh :
                                        Nama                     : Ismail Masra
Program Studi   : Teknologi Produksi benih



TEKNOLOGI PRODUKSI BENIH PPPPTK                                                              PUSAT PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN PERTANIAN CIANJUR JOINT PROGRAM  POLITEKNIK NEGERI JEMBER





DAFTAR ISI


DAFTAR ISI                   .......................................................................i
I    PENDAHULUAN       .......................................................................1
1.1. Landasan Teori         .......................................................................1
1.2. Tujuan pembuatan laporan..............................................................1

II   METODOLOGI          .......................................................................2
2.1. waktu dan tempat    .....................................................................2
2.2. Bahan dan Alat          ......................................................................2
2.3. Prosedur Kerja          ......................................................................2

III  HASIL dan PEMBAHASAN............................................................3
3.1. Hasil                          .....................................................................3
3.2. Pembahasan             ......................................................................6

IV  KESIMPULAN           ......................................................................8
DAFTAR PUSTAKA       ....................................................................9

















I.    PENDAHULUAN
1.1.      Landasan Teori
Siklus atau daur merupakan suatu perputaran atau lingkaran. Siklus hidrologi adalah perputaran air dengan perubahan berbagai bentuk dan kembali pada bentuk awal. Hal ini menunjukkan bahwa volume air di permukaan bumi sifatnya tetap. Meskipun tetap dengan perubahan iklim dan cuaca, letak mengakibatkan volume dalam bentuk tertentu berubah, tetapi secara keseluruhan air tetap. Siklus air secara alami berlangsung cukup panjang dan cukup lama. Sulit untuk menghitung secara tepat berapa lama air menjalani siklusnya, karena sangat tergantung pada kondisi geografis, pemanfaatan oleh manusia dan sejumlah faktor lain.
Siklus air atau siklus hidrologi adalah sirkulasi air  yang tidak pernah berhenti dari atmosfer ke bumi dan kembali ke atmosfer melalui kondensasi, presipitasi, evaporasi dan transpirasi.

1.2.      Tujuan pembuatan laporan

  • Untuk mengetahui tentang siklus hidrologi
  • Untuk mengetahui proses penguapan air laut ke udara ( atmosfer )









II.         METODOLOGI

2.1.  Waktu dan Tempat
Waktu dan tempat pelaksanaan adalah :
Hari / Tanggal  :   Selasa, 09 januari  2012
Waktu               :   21.00 wib/selesai
Tempat              :   lab pembenihan
2.2. Alat dan Bahan
·         Alat     :   komputer
    flashdisk
·         Bahan  :   materi siklus hidrologi

2.3. Prosedur Kerja

Ø  Membuat laporan tentang siklus hidrologi dengan mencari data-data dari internet atau di buku.







III.   HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1.   Hasil
watercyclebahasalow1
Siklus hidrologi dibedakan ke dalam tiga jenis yaitu :
1.      Siklus Pendek :
Air laut menguap kemudian melalui proses kondensasi berubah menjadi butir-butir air yang halus atau awan dan selanjutnya hujan langsung jatuh ke laut dan akan kembali berulang.
http://wong168.files.wordpress.com/2011/04/12.jpg?w=300

2.      Siklus Sedang :
 Air laut menguap lalu dibawa oleh angin menuju daratan dan melalui proses kondensasi berubah menjadi awan lalu jatuh sebagai hujan di daratan dan selanjutnya meresap ke dalam tanah lalu kembali ke laut melalui sungai-sungai atau saluran-saluran air.
http://wong168.files.wordpress.com/2011/04/21.jpg?w=300
3.      Siklus Panjang :
Air laut menguap, setelah menjadi awan melalui proses kondensasi, lalu terbawa oleh angin ke tempat yang lebih tinggi di daratan dan terjadilah hujan salju atau es di pegunungan-pegunungan yang tinggi. Bongkah-bongkah es mengendap di puncak gunung dan karena gaya beratnya meluncur ke tempat yang lebih rendah, mencair terbentuk gletser lalu mengalir melalui sungai-sungai kembali ke laut.
http://wong168.files.wordpress.com/2011/04/31.jpg?w=300






Macam-Macam dan Tahapan Proses Siklus Hidrologi :
  • A. Siklus Pendek / Siklus Kecil
    1. Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari
    2. Terjadi kondensasi dan pembentukan awan
    3. Turun hujan di permukaan laut
  • B. Siklus Sedang
    1. Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari
    2. Terjadi kondensasi
    3. Uap bergerak oleh tiupan angin ke darat
    4. Pembentukan awan
    5. Turun hujan di permukaan daratan
    6. Air mengalir di sungai menuju laut kembali
  • C. Siklus Panjang / Siklus Besar
    1. Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari
    2. Uap air mengalami sublimasi
    3. Pembentukan awan yang mengandung kristal es
    4. Awan bergerak oleh tiupan angin ke darat
    5. Pembentukan awan
    6. Turun salju
    7. Pembentukan gletser
    8. Gletser mencair membentuk aliran sungai
    9. Air mengalir di sungai menuju darat dan kemudian ke laut






3.2.  Pembahasan

Siklus air atau siklus hidrologi adalah sirkulasiair yang tidak pernah berhenti dari atmosfer ke bumi dan kembali ke atmosfer melalui kondensasi, presipitasi, evaporasi dan transpirasi.
  1. Kondensasi (pengembunan)
Ketika uap air mengembang, mendingin dan kemudian berkondensasi, biasanya pada partikel-partikel debu kecil di udara. Ketika kondensasi terjadi dapat berubah menjadi cair kembali atau langsung berubah menjadi padat (es, salju, hujan batu (hail)). Partikel-partikel air ini kemudian berkumpul dan membentuk awan.
  1. Presipitasi
Presipitasi pada pembentukan hujan, salju dan hujan batu (hail) yang berasal dari kumpulan awan. Awan-awan tersebut bergerak mengelilingi dunia, yang diatur oleh arus udara. Sebagai contoh, ketika awan-awan tersebut bergerak menuju pegunungan, awan-awan tersebut menjadi dingin, dan kemudian segera menjadi jenuh air yang kemudian air tersebut jatuh sebagai hujan, salju, dan hujan batu (hail), tergantung pada suhu udara sekitarnya.
  1. Evaporasi (penguapan)
Ketika air dipanaskan oleh sinar matahari, permukaan molekul-molekul air memiliki cukup energi untuk melepaskan ikatan molekul air tersebut dan kemudian terlepas dan mengembang sebagai uap air yang tidak terlihat di atmosfir.
  1. Transpirasi (penguapan dari tanaman)
Uap air juga dikeluarkan dari daun-daun tanaman melalui sebuah proses yang dinamakan transpirasi. Setiap hari tanaman yang tumbuh secara aktif melepaskan uap air 5 sampai 10 kali sebanyak air yang dapat ditahan .

Pada perjalanan menuju bumi beberapa presipitasi dapat berevaporasi kembali ke atas atau langsung jatuh yang kemudian diintersepsi oleh tanaman sebelum mencapai tanah. Setelah mencapai tanah, siklus hidrologi terus bergerak secara kontinu dalam tiga cara yang berbeda :
  • Evaporasi / transpirasi - Air yang ada di laut, di daratan, di sungai, di tanaman, dsb. kemudian akan menguap ke angkasa (atmosfer) dan kemudian akan menjadi awan. Pada keadaan jenuh uap air (awan) itu akan menjadi bintik-bintik air yang selanjutnya akan turun (precipitation) dalam bentuk hujan, salju, es.
  • Infiltrasi / Perkolasi ke dalam tanah - Air bergerak ke dalam tanah melalui celah-celah dan pori-pori tanah dan batuan menuju muka air tanah. Air dapat bergerak akibat aksi kapiler atau air dapat bergerak secara vertikal atau horizontal dibawah permukaan tanah hingga air tersebut memasuki kembali sistem air permukaan.
  • Air Permukaan - Air bergerak diatas permukaan tanah dekat dengan aliran utama dan danau; makin landai lahan dan makin sedikit pori-pori tanah, maka aliran permukaan semakin besar. Aliran permukaan tanah dapat dilihat biasanya pada daerah urban. Sungai-sungai bergabung satu sama lain dan membentuk sungai utama yang membawa seluruh air permukaan disekitar daerah aliran sungai menuju laut.







IV.  KESIMPULAN

Dari hasil pengamatan di atas di dapat simpulan bahwa :
Ø  Proses siklus hidrologi berlangsung secara terus-menerus  yang membuat air menjadi sumber daya alam yang terbaharui. Jumlah air di bumi sangat banyak baik dalam bentuk cairan, gas / uap, maupun padat / es.
Ø  Siklus hidrologi merupakan perputaran air dengan perubahan berbagai bentuk dan kembali pada bentuk awal .
Ø  Siklus air atau siklus hidrologi adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfer ke bumi dan kembali ke atmosfer lagi .
Ø  Siklus Hidrologi adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfir ke bumi dan kembali ke atmosfir melalui kondensasi, presipitasi, evaporasi dan transpirasi.
















V. DAFTAR PUSTAKA










Tidak ada komentar:

Poskan Komentar